per·fek·si·o·nis

Pas mau memulai sesuatu pengennya yang kira-kira akan dibutuhkan udah ada semua, even cemilan pun kadang ada di list.

Selagi mengerjakan sesuatu pengennya yang dikerjakan keliatan bagus di matanya, semacam tulisan rapi dan minim kalo bisa gada tipe-x.

Kalo nemu pola seragam, secara otomatis akan mengikuti pola keteraturan yang ada. Penggunaan kata repetitif masuk, warna masuk, urutan jumlah, dan sangat banyak (dsb) lainnya. Untuk urusan pinjem barang: yang pinjem darinya, warning buat barang itu tetep mulus ga absen dari obrolan dan kalo yang dipinjem ialah sesuatu dengan urutan, akan sangat ga asing denger warning susunan harus tetep runut.

Dalam kegiatan pengennya semua wajib berperan sesuai job desc, di luar itu sunnah sebagai bonus. Bukan kebalik-balik mana wajib mana sunnah apalagi amnesia peran diri.

Suka juga turut bersuara di forum secara lisan atau tulisan, lalu tanpa disadari kalimat-kalimatnya itu terus berputar di pikiran hingga muncul diksi yang dirasa lebih tepat untuk disuarakan tadi. Seketika gatel pengen ngerevisi .
Selain itu ga jarang forum terasa timpang karena moderator less power atau adanya over judging dari sebagian/seluruh pihak, pengennya bantu menengahi dan menyelesaikan supaya kaset ini terus berputar semenjak dipencet tombol play tanpa kusut dan mbulet ketika keluar dari tape. Ya maklum generasi 90an, kaset masih aja jadi mainan di era digital sekarang.

Ngetik, dibaca, print preview, mastiin ketikan lagi sambil buka laman ketikan, print preview, print, baca hasil print. Andaikan terlihat noktah yang seharusnya bisa dihindari maka alur itu akan berulang.

Biasanya punya agenda pribadi untuk waktu tertentu, bisa fleksibel kalo ada agenda spontan selama agenda pribadi tercapai karena itu dalam merealisasikannya dengan segala usaha termasuk hal-hal cerdik yang terkesan licik. Jika agenda pribadi tersebut atas nama kelompok seperti organisasi, akan sangat mengusahakan kelompok ini merealisasikannya. Berhasil tidaknya akan menentukan apa yang ada di pikiran selanjutnya, akan sangat kepikiran kalo agenda batal.

Begitu juga dalam suatu proses, pengennya semua lancar sesuai persiapan yang udah dilakuin. Semisal fakta lapangan berbeda dari ekspektasi dari rencananya, self blaming bisa jadi ending.

giphy (40)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s