Mana Jejakmu?

Seorang bapak yang sedang bersembunyi dari serangan alien pada film War of The World di Trans TV kemarin malam berkata, “Mereka yang hidup adalah mereka yang bertahan. Termasuk menahan mata untuk tidak tertutup.”.

Melihat kata-kata itu dalam perspektif yang lebih luas dengan mengesampingkan unsur fiksi dari film, menurut saya pernyataan untuk bertahan itu benar. Bisa diartikan juga bahwa bertahan hidup (survive) dengan tidak membiarkan mata tertutup, yang artinya adalah tidur, memiliki maksud untuk terus bergerak.

Bergerak dengan berpikir, menulis, serta membuat karya-karya bermanfaat lainnya yang dapat meninggalkan jejak kita. Saya pikir, kita manusia hidup di dunia dengan skenario masing-masing pastilah memiliki tujuan. Bagi mereka yang percaya hari akhir penghitungan apa saja yang sudah dilakukan selama di dunia, jejak ini sangat penting. Kelak posisi akhir mereka ditentukan oleh jejak-jejak ini (red: amal). Meski jika ditinjau lebih dalam lagi ada ketentuan untuk jejak itu, tetapi masih bisa disimpulkan bahwa jejak kita menentukan kita. Pilihan kita menentukan kita. Apa yang kita kerjakan sekarang menentukan akan menjadi apa kita. Apa yang kita makan adalah kita. Siapa yang di sekitar kita adalah kita.
Akan kita jejakkan di mana kaki kita ini?
Jejak apa yang ingin kita bagi untuk lingkungan kita? Mengingat bahwa semua jejak mengarah pada kebaikan/perbaikan dari sesuatu. Ingat juga tentang, hidup hingga sekarang ini sudah sebermanfaat apa jejak diri yang kita buat?

Sungguh lebih mudah berbicara/menuliskan rencana-rencana, target, termasuk janji terhadap diri sendiri daripada bergerak secara nyata mewujudkannya. Lantas, apa yang bisa mengalahkan rasa malas untuk meninggalkan jejak? Kekuatan dari tujuan kita. Seberapa kuat diri ini bertahan memperjuangkan tujuan itu.

Berbicara ttg bergerak. Ini tergantung ke-MAU-an diri pribadi. Begitu diri menyalakan tombol on untuk bergerak, misal berpikir, hal-hal yang dapat kita lakukan dari gagasan-gagasan baru untuk sesuatu yang sedang menjadi fokus kita akan langsung muncul dalam pikiran, bahkan pikiran ini bisa terus bercabang dan menjadi gagasan besar. Ingat, jika gagasan tidak diwujudkan hanya akan berhenti menjadi wacana, kemudian perubahan memang hanya buaian mimpi indah belaka.

Mari nyalakan diri tuk meninggalkan jejak \/
Salah satu penyemangat dari lingkungan studi saya saat ini adalah seruan kata-kata berikut:
Physics! On!
PHYSICS! ON!
Fisika.. FBI
FISIKA BUAT INDONESIA“.
Bagaimana? Cukup norak untuk menjadi penyemangat? Saya pikir ya jika memang hanya menganggapnya wacana– yang bukan untuk diwujudkan.
Akankah benar-benar ada jejak FBI?
Bangun, segera buat jejak kita.

==================================

Taqabbalallahu minna wa minkum. Maaf lahir batin atas segala khilaf selama ini. Untuk kebaikan kedepannya, tolong koreksi saya langsung pun insyaAllah akan sebaliknya.
Semangat pascaRamadhan 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s